Jumat, 12 Februari 2010

Profil Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara secara administratif terbagi menjadi 8 kabupaten, 2 kota dengan Kendari sebagai Ibukota provinsi.

Untuk jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Sultra yaitu padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau.

Tanaman perkebunan rakyat terdiri dari kelapa dalam, kopi, kapuk, lada, pala, cengkeh, jambu mete, kemiri, coklat, enau, panili, pinang, asam jawa, tembakau, kelapa hibrida, kapas rakyat, tebu, jahe, dan sagu. Yang sangat dikembangkan karena sangat potensial untuk ekspor baru yaitu kelapa, kopi, lada, cengkeh, jambu mete, coklat dan sagu.

Sumber daya perikanan dan hasil laut di daerah Sulawesi Tenggara dinilai sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik jika dapat dikembangkan secara profesional. Potensinya cukup besar, tetapi belum digali secara optimal. Potensi perikanan dan hasil laut ini sangat bagus untuk memenuhi permintaan pasar, baik domestik maupun internasional, dengan komoditas andalannya seperti ikan cengkalang, ikan tuna, ikan teri, ikan layang, dan ikan kerapu yang banyak terdapat di Londano, Bungkinalo, Lakare, Runa, dan Lasolo.

Potensi kehutanan di Sulawesi Tenggara terutama banyak terdapat di Kabupaten Kolaka, Kendari, dan Muna, dengan komoditas utamanya antara lain kayu cendana, kayu hitam, kayu rimba, bakau, rotan, dan damar.

Pariwisata di Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sektor yang masih berpeluang untuk dikembangkan lebih baik lagi. Potensi wisata alam, wisata bahari, agrowisata, dan wisata budaya masih dapat dikembangkan lebih optimal dengan memanfaatkan kekayaan pemandangan alam di Propinsi Sulawesi Tenggara. Kondisi alam di Sulawesi Tenggara bergunung-bukit, dan bergaris pantai yang panjang, dengan pulau-pulau serta tanaman lautnya yang tersebar di wilayah propinsi ini. Ditambah latar belakang sejarah dan keanekaragaman seni budaya serta tradisi setempat yang unik dan menarik, semuanya akan menarik para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Di sektor pertambangan dan galian, Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar.

Industri baik yang berbasis sumber daya alam, khususnya industri pengolahan hasil hutan dan hasil kelautan serta industri kimia, industri logam dan mesin, industri hasil pertanian, dan aneka industri lain mempunyai potensi yang masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Lokasi industri kebanyakan ada di Kota Kendari, Kabupaten Kendari dan Buton.

Sebagai tujuan investasi, provinsi ini juga memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang diantaranya Bandara Wolter Monginsidi di Kendari, Bandara Pomala di Kolaka, Bandara Betoambari di Bau-Bau Buton dan Bandara Sugimanuru di Raha serta memiliki Pelabuhan Kolaka, Pelabuhan Khusus PT. ANTAM UBPN Operasi Pomala, Pelabuhan Pangkalan Bun, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Langara, Pelabuhan Raha, Pelabuhan Bau-Bau dan Pelabuhan Kendari.


Sumber :

http://regionalinvestment.com/sipid/id/displayprofil.php?ia=74


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar